My Photos

Loading...

Share File Ini

Share |

The story of Rambutan


Siapa sih yang tidak suka dengan Buah yang satu ini?.. Bisa dikatakan hampir kebanyakan orang menyukai rambutan. Dulu, waktu jamannya masih bareng anak-anak di desa kami suka metikin rambutan milik orang lain. Ya,.. begitulah kelakuan anak-anak yang bisa dikatakan sedikit nakal. Dalihnya sih balas dendam kepada si empunya kebun.
"Pokoke nek wonge pelit mending di ntongna bae(Pokoknya, kalau yang punya pelit habisin aja tu rambutan)". Jurus itulah yang selalu melatar belakangi kekonyolan kami pada saat itu.
Di kampungku ada satu orang yang bisa dibilang lumayan pelit. Lokasi di sekeliling pohon di kasih duri-duri supaya tu pohon dan buahnya aman dari tangan-tangan jahil macam kami ini. Wow!!,.. justru kami pada saat itu semakin tertantang karena dengan hal itu kami malah merasa di tantangin.
Namanya Ki Karyawi. Bisa dibilang hampir setiap kali pohon rambutanya berbuah jarang dia mendapatkan hasil yang penuh dari beberapa pohon yang buahnya Yahud!!!,.. Mantap lah!!..
Pernah ada satu cerita dimana waktu itu bulan Rhamadan. Entah dari siapa ide itu muncul ,kami, sekitar 10 orang tidak jadi ikut shalat tarawih dan kabur menyerang tu pohon rambutan. Ada satu orang yang bisa dibilang pada saat itu paling nurut sama orang tuanya pun bisa kebawa ikut di malam itu.
Kebetulan anak itu merupakan keponakan dari yang punya pohon. Ada rasa sakit hati dari anak itu ke Kelakuan pamanya. Tanpa pikir panjang ketika pohon yang jadi sasaran adalah pohon milik orang yang dia benci, dia gak jadi ke Mushala.
Hahaha,...
Tak butuh waktu lama untuk menurunkan rambutan hampir setengah dari buah yang ada di pohon itu. Makan pun di bawah pohon.
Dasar anak-anak edan!!!,..
Dan, apa yang terjadi ketika pagi hari si empunya memergoki Kulit-kulit rambutan penuh di sekitar pohon?.. murka lah dia,...
Dunia muda dan kekompakan anak kampung yang pada saat itu tak kenal dengan yang namanya Play station, Game Tendo, Komputer dan semacamnya memang sangat mengasikan.
Kadang aku masih sering kangen dengan masa-masa seperti itu. Sebuah kenangan yang akan tetap terpelihara dalam ingatan,.. Sebuah kebodohan

Pantai Air Mati dan Pesona Burung Airnya


Terletak di kabupaten Ketapang dapat di tempuh dengan Mobil atau sepeda motor dari pusat Kota Ketapang sekitar 20 menit. Pantai air mati merupakan salah satu kawasan yang menjadi persinggahan burung-burung air baik yang lokal maupun yang migrasi.

Hari itu ketika baru menginjakan kaki di Kota Ketapang, Pak Yudo, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga di temani Pak Abdurahman kami langsung di ajak ke Pantai air mati. Lokasi itu lah yang menjadi tempat favorit teman-teman KBK(Kawan Burung Ketapang) untuk melakukakan kegiatan Asian Water Bird Census(AWC) setiap tahunya. Tahun ini mereka(baca: dinas dan KBK) melakukan kegiatan serupa yang melibatkan kalangan Anak SMA dan Fotografer.

Tujuan aku ke Ketapang bukanlah untuk survey Burung Air melainkan untuk survey Raptor Migran. Namun demikian, hari itu untuk menghilangkan penat setelah 7 jam berada di atas kapal dari Pontianak ke Ketapang, pak Yudo dan Pak Doy, panggilahn pak abdurahman, mengajak kami berempat ke Pantai Air mati untuk menikmati idahnya matahari terbenam(Sunset) dan burung airnya.

Untuk jenis yang kami jumpai ada Dara Laut Kecil, Trinil Pantai, Trinil kaki Hijau, Trinil Kaki Merah, Gajahan Besar, Gajahan Biasa, Gajahan Kecil, Cerek, Kuntu Besar dan Kecil, dan ketika mau pulang muncul Elang Bondol.

Untuk jenis-jenis burung hutan cukup beragam di lokasi itu. Teman-teman pasti gak akan kecewa kalau mengunjungi tempat itu. Justru akan kecewa kalau ke Ketapang tidak mampir ke Pantai Air Mati.


sumber: 4raptor.wordpress.com

 
Powered By Blogger | Portal Design By Trik-tips Blog © 2009 | Resolution: 1024x768px | Best View: Firefox | Top